Sidak Armada Jelang Lebaran: Satu Sopir Terindikasi Narkoba, Tiga Bus Dapat Teguran
Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan Kabupaten dan Kota Kediri melaksanakan pemeriksaan serentak terhadap kelayakan kendaraan umum dan kondisi awak angkutan. Dari hasil inspeksi tersebut, ditemukan satu sopir di wilayah Kabupaten Kediri yang terindikasi menggunakan narkoba. Sementara di Kota Kediri, tiga unit bus mendapatkan surat peringatan akibat tidak memenuhi standar kelengkapan kendaraan.
Pemeriksaan di Kota Kediri dilaksanakan di dua lokasi utama, yakni Terminal Tipe A Tamanan dan Terminal Pare. Selain memeriksa armada bus, tim gabungan juga melakukan tes urine kepada para sopir truk, kernet, serta kondektur yang melintas atau masuk terminal.
Total sebanyak 19 orang mengikuti tes urine dalam kegiatan tersebut. Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dari BNN Kabupaten Kediri, Rusdi Danurwindo, menyampaikan bahwa pemeriksaan mencakup tujuh jenis zat, antara lain sabu-sabu, ganja, ekstasi (amfetamin), serta beberapa jenis obat yang mengandung zat adiktif.
“Hasilnya, ada satu sopir yang dinyatakan terindikasi positif. Saat ini masih menjalani proses asesmen,” ujar Rusdi. Ia menambahkan bahwa hasil positif tidak selalu berarti penggunaan narkoba secara langsung, karena bisa juga disebabkan oleh efek obat tertentu.
Kegiatan ramp check ini turut dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha. Ia menegaskan pentingnya pengecekan kesehatan awak kendaraan untuk menjamin keselamatan penumpang selama musim mudik.
“Saya lihat pemeriksaannya menyeluruh. Termasuk cek kesehatan kru bus yang sangat penting karena volume pergerakan penumpang sangat tinggi di momen ini,” jelas Gus Qowim.
Selain itu, Gus Qowim juga memantau kondisi lalu lintas di Kota Kediri melalui sistem pemantauan Area Traffic Control System (ATCS) yang berada di kantor Dishub Kota Kediri. Sistem ini didukung oleh 22 unit kamera CCTV yang aktif selama 24 jam.
Ia menekankan bahwa keberadaan kamera pengawas tersebut tidak hanya berguna untuk memantau lalu lintas, tetapi juga dapat membantu mendeteksi dan mencegah tindak kriminal.
“Keberadaan CCTV ini harus dimaksimalkan. Bukan hanya untuk memantau kemacetan, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan keamanan di Kota Kediri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Kediri, Didik Catur, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai aspek teknis menyambut musim mudik dan balik Lebaran, termasuk pengaturan angkutan Lebaran, kesiapan lampu lalu lintas, pemasangan rambu penunjuk arah (RPPJ), hingga perbaikan penerangan jalan umum (PJU).
“Kami akan menambah penerangan di beberapa titik yang masih gelap agar perjalanan masyarakat bisa lebih aman,” pungkas Didik.